Jangan Lagi Mereka Memasak Daun Pepaya di Hari Raya

Seberapa gurihkah daun papaya? Mau dimasak pakai bumbu apa pun rasanya tetap pahit, apalagi menjelang Lebaran. Kala orang sibuk berseliweran di pusat perbelanjaan, di pasar-pasar, dan aroma daging menusuk hidung, ternyata masih ada saudara kita yang tak bisa segembira itu, ada saudara kita yang merasakan pahit, pahit di lidah dan pahit di hati.
Kampanye Selesai
Terima kasih atas partisipasi Anda. Kampanye ini telah selesai 3 bulan lalu
4% Capaian
  • Rp 4.170.000 Terhimpun
  • Rp 100.000.000 Target
  • 6 Donatur
Sisa waktu untuk berdonasi

MARI BANTU MEREKA

Lebaran menjadi hari menyenangkan atas umat Islam yang sudah ditempa selama Ramadhan. Bahagia bisa berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga, menikmati aneka minuman dan makanan lezat yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum Lebaran tiba. Manisnya sirup, pulennya nasi dari beras terbaik, gurih dan lezatnya opor ayam, gulai daging, dan empuknya bolu menjadi pelengkap rasa syukur atas usia yang tersisa. Melewati Ramadhan dengan semangat dan ibadah kuat dan berkumpulnya anggota keluarga dari yang dekat sampai yang nan jauh di sana.

Namun, cerita di atas hanya bagi mereka yang hidupnya cukup. Kebahagiaan sebagaimana tergambar tadi adalah kebahagiaan Lebaran bagi mereka yang hidupnya mulai mapan. Lebaran bagi mereka penuh keceriaan, kebahagiaan, kelezatan, dan penuh nuansa menyenangkan. Harapan semua orang bahwa Lebaran selalu memiliki kesan membahagiakan tak selalu muncul menjadi kenyataan dalam kehidupan. Bahkan mungkin mereka yang hidupnya mapan, penuh kesibukan, lupa bahwa di sekelilingnya tak seberuntung nasibnya, disekelilingnya ada yang meratap duka, kala lebaran datang menyapa.

Hari Raya, Memasak Daun Pepaya

Kemenangan itu berlaku bagi siapa saja yang beribadah dengan sebaik-baiknya di bulan Ramadhan, tak peduli ia kaya atau miskin, Allah SWT akan tetap mencatat pahala yang sama dengan imbalan yang sama untuk masuk ke dalam surga-Nya. Kelezatan hidangan tak selalu dirasakan oleh kaum dhuafa, keceriaan itu nyaris tak mau menyapa bercampur rengek buah hati berharap baju baru agar bisa pergi ke masjid bersama teman-temannya, berjingkrak manja selayaknya anak sebayanya. Apa hendak dikata, kondisi tak mendukung untuk bisa penuhi asa.

Persis seperti itulah kiranya apa yang kami temukan di salah satu kampung yang masuk Desa Kareo di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Cerita ini tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan kita beranggapan bahwa di hari raya, semua bisa menikmati lezatnya daging, gurihnya opor ayam dan pulennya nasi pilihan. Kami menemukan hal yang berlawanan, kala membawa titipan dana donatur puluhan juta rupiah yang amanahnya ingin disalurkan di wilayah Anyer atau Cinangka. Kami menemukan fakta bahwa sehari jelang Lebaran, masih ada keluarga yang tinggal di rumah bilik reyot memasak daun papaya untuk makan bersama keluarga tercinta di waktu berbuka. Tatapan penuh curiga atas kedatangan orang asing seperti kami sudah biasa kami temukan di lapangan, yang ada di benak mereka adalah kami rentenir atau tukang tagih rekening. Ya, demikianlah ketakutan yang mendera, hidup mereka ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, karena didesak kebutuhan, masyarakat dhuafa adalah makanan empuk para rentenir, yang ujung-ujungnya jaminan aset mereka berupa sawah atau kebun akan berpindah tangan.

Seberapa gurihkah daun papaya? Mau dimasak pakai bumbu apa pun rasanya tetap pahit, apalagi menjelang Lebaran. Kala orang sibuk berseliweran di pusat perbelanjaan, di pasar-pasar, dan aroma daging menusuk hidung, ternyata masih ada saudara kita yang tak bisa segembira itu, ada saudara kita yang merasakan pahit, pahit di lidah dan pahit di hati. Kedatangan kami pada saat itu mengundang air mata, bagaimana tidak, di saat tangan menggenggam daun papaya, datang orang tak dikenal memberikan apa yang ia butuhkan jelang Lebaran membawa titipan orang beriman berupa zakat serta sedekah yang kami kemas dalam bentuk Paket Sembako Sehat dan disalurkan pada waktu yang tepat dan orang yang tepat.

Berbagi Nikmat Lebaran tahun 2014

Berbekal cerita itulah, kemudian kami sepakat membuat satu program khusus di penghujung Ramadhan yang kami beri nama Berbagi Nikmat Lebaran. Program ini mengajak kita untuk peduli sesama terutama kaum dhuafa, memberikan paket berisi kebutuhan pokok yang disalurkan langsung ke pintu-pintu rumah mustahik menjelang Lebaran tiba. Paket sembako tersebut berisi beras organik non-pestisida agar mereka bisa menikmati pulennya nasi terbaik, minyak sayur, gula, terigu, sarden, kecap, susu, garam, dan yang lainnya.

Berbagi Nikmat Lebaran tahun 2015

Kini, tiga tahun sudah program Berbagi Nikmat Lebaran kami jalankan, dari 1.300 paket di tahun 2014, bertambah menjadi 1.500 paket di tahun 2015, serta 2.000 paket untuk tahun 2016. Bertambahnya jumlah paket sembako seiring dengan bertambahnya orang-orang baik yang berderma sehingga penghimpunan juga meningkat. Program ini berjalan dengan lancar dan nyaris tanpa hambatan berkat dukungan dari para donatur serta relawan yang ikhlas menyisihkan waktu dan tenaganya menjangkau kaum dhuafa di pelosok Banten. Karena tantangan mengantarkan langsung ke rumahnya jauh lebih berat ketimbang mengumpulkan mereka semua di suatu tempat dan dibagikan di sana. Komitmen kami sederhana, bukan hanya muzaki yang harus dilayani maksimal, mustahik juga harus terlayani dengan baik, juga maksimal. Tahun ini, kami menargetkan 3.000 penerima manfaat bisa merasakan program Berbagi Nikmat Lebaran.

Berbagi Nikmat Lebaran tahun 2016

 

Berbagi Nikmat Lebaran tahun 2016

Menjelang Lebaran, kala semakin mendekatnya hari kemenangan, akan terasa semakin bermakna kala kita mendapatkan bait doa dari dhuafa berkat bantuan yang sampai kepada mereka. Harapan kami, semoga saja program ini bisa terus berjalan, agar dhuafa bisa tersenyum di hari raya, di tengah riuhnya takbir yang menggema. Semoga keceriaan kita, keceriaan para donatur, bisa menular menjadi keceriaan kaum dhuafa yang berbuah pahala bagi kita semua, Aamiin.

 Salurkan Sedekah Anda untuk program Berbagi Nikmat Lebaran melalui:

BCA 245.4000.551

BSM 146.006.4444

Muamalat 308.001.3157

Mega Syariah 1000.1000.1000.54

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

atau klik tombol di bawah

SEDEKAH UNTUK BERBAGI NIKMAT LEBARAN

Share kampanye ini: