Mereka Keluarga Kita

Jembatan untuk Anak Lebak

Jembatan untuk Anak Lebak

Ajak juga teman Anda untuk turut membantu campaign ini. Bagikan sekarang!
Rp 50.000 donasi terkumpul
1 orang baik membantu

Sedikitnya 315 dari 588 jembatan gantung di Kabupaten Lebak saat ini dalam kondisi rusak akibat dimakan usia, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan guna menunjang kelancaran arus lalu lintas antardesa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto mengatakan, upaya perbaikan pada ratusan jembatan gantung yang mengalami kerusakan akibat termakan usia tidak akan pernah selesai jika hanya dibebankan pada pemerintah daerah.

“Harus kami akui, kerusakan jembatan gantung tersebut tentu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun kami juga harus dengan jujur menyatakan bahwa kemampuan keuangan daerah tidak mampu untuk menanggulangi kerusakan seluruh jembatan gantung itu,” ujar Kadis PUPR, Wawan Kuswanto, Kamis (19/4/2018).

Menurutnya, Kabupaten Lebak masuk kategori terbanyak jembatan karena wilayahnya dikelilingi daerah aliran sungai. Kemungkinan Lebak jumlah jembatan gantung terbanyak di Provinsi Banten hingga tercatat 588 jembatan.

“Hampir di semua kecamatan terdapat jembatan gantung yang berfungsi untuk menghubungkan antardesa. Ke-315 jembatan gantung mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat dan rusak sedang akibat dimakan usia dan juga konstruksinya kurang berkualitas. Selain itu juga karena diterjang bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Sedangkan kondisi jembatan yang layak sekitar 271 unit,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemerintah daerah dari tahun ke tahun terus melakukan perbaikan pembangunan jembatan gantung namun terbentur kecilnya alokasi dariAPBD setempat. Pada 2017, kata dia, anggaran perbaikan jembatan sebanyak 23 jembatan dialokasikan sebesar Rp 24,9 miliar.

”Dari 23 jembatan yang dilakukan perbaikan di antaranya sebanyak 15 unit jembatan gantung dan sisanya jembatan permanen. Kami setiap tahun mengusulkan anggaran jembatan gantung kepada pemerintah pusat juga Pemerintah Provinsi Banten,” tutur Wawan Kuswanto. (Kabar Banten)

Students make their way across a damaged suspension bridge to go to their school on the other side of Ciberang river in Lebak, Banten province, Indonesia, Thursday, Jan. 19, 2012. The bridge was badly damaged after it was hit by a flood last week. (AP Photo)

***

Sahabat… untuk pelajar di kota atau desa yang relatif maju, tentunya menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk menuntut ilmu. Namun bayangkan apa yang dilakukan oleh anak-anak dan adik-adik kita di Lebak–yang mana masa depan Banten dan Indonesia kita titipkan pada mereka? Anak-anak kita, adik-adik kita para pelajar, terutama siswa SD dan SMP, harus berjuang untuk pergi dan pulang menyingkirkan rasa takut, bahkan tak peduli maut mengancam ketika melewati jembatan yang saat ini sangat butuh perbaikan.

Mari bantu… Dompet Dhuafa mengajak Sahabat semua untuk bersama kita ulurkan tangan sebagai titian masa depan mereka. Jembatan dari kita akan antarkan anak-anak di Lebak menjemput masa depan Banten dan Indonesia yang lebih cerah.

Cara Berdonasi

  1. Masukkan jumlah donasi pada kolom di bawah
  2. Isi data Anda dengan benar, sebab kami tetap ingin berkomunikasi dengan Anda terkait penyaluran program ini dan menyampaikan ucapan terima kasih dari mereka yang telah Anda bantu
  3. Klik tombol DONASI SEKARANG
  4. Transfer sedekah Anda melalui rekening yang kami kirimkan melalui email dan SMS 

 

Donasi Anda
Data Anda
×
Assalamualaikum... Ada yang bisa kami bantu? Jangan sungkan hubungi kami langsung dari WhatsApp Anda. Klik ikon WhatsApp untuk memulai chatting :)