Zakat Penghasilan

Zakat Penghasilan dikenakan kepada seorang karyawan atau profesional yang memiliki penghasilan rutin. Seperti contohnya pegawai, pengacara, arsitek, konsultan, dokter, dan profesi lainnya.

Zakat penghasilan dikeluarkan pada saat setiap kali menerima gaji/penghasilan, termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) maupun bonus. Nisabnya (batas harta wajib zakat) adalah senilai 653 kg gabah kering.

Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari total penghasilan sebelum digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Zakat Penghasilan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

* Yang dimaksud adalah utang yang jatuh tempo saat menunaikan zakat. Utang (cicilan) investasi seperti kendaraan dan properti tidak dihitung sebagai pengurang zakat.


Nisab zakat penghasilan perbulan

Rp.
Rp.
Rp.

Zakat Harta Simpanan

Zakat Simpanan dikenakan kepada seseorang yang memiliki harta simpanan baik berupa tabungan, investasi, emas, maupun perak.

Zakat harta simpanan dikeluarkan setelah jatuh tempo satu tahun (haul). Nisabnya adalah senilai 85 gram emas atau 20 dinar.

Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari total harta yang disimpan.

Sebagai contoh Bapak Zaki memiliki tabungan senilai 100 juta dan sudah mengendap selama setahun. Artinya, dari contoh tersebut harta Bapak Zaki sudah memenuhi 2 kriteria wajib zakat, yaitu nishab dan haul.

Maka, zakat harta simpanan Bapak Zaki yang harus dibayarkan adalah Rp 100.000.000 x 2,5% = Rp 2.500.000.

Zakat Harta Simpanan

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

* Harta lainnya termasuk saham, properti yang bersifat investasi/ disewakan (kos-kosan, rental mobil, dll), dan stok barang dagangan)


NISAB ZAKAT HARTA SIMPANAN

Untuk harta yang diwajibkan zakat adalah harta yang berjumlah di atas nisab. Nisab zakat harta (maal) adalah setara dengan harga 85 gr emas.

Rp.
Rp.
Rp.