Jangan Menangis Lagi, Sandi

Mari, bersama kita hapus air mata Sandi. Bantu ia dengan sang ibu, Rohmah untuk kembali sehat dan Sandi kembali gagah menatap dunia dan masa depan.

1 donatur 0 love it
Rp 35,200,000 donasi
Rp 50,000,000 target
Raised Percent :
70.40%

70.40% capaian
Banten, Indonesia
SHARE KEBAIKAN INI, YUK!

Di balik kisah gemilang suksesnya bekerja di luar negeri, masih saja terselip cerita sedih menguras air mata dari para Tenaga Kerja Wanita (TKW) kita. Media dalam negeri masih saja dihiasi cerita derita TKW, mulai dari gaji yang tidak dibayarkan, penyiksaan dari majikan, hingga hilang kabar tak kunjung pulang.

Kisah pilu itu pun tak mampu dielakkan Rohmah, seorang TKW asal Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten yang mencoba merenda untung ke Timur Tengah tahun 2015 silam. Harapannya mengubah keadaan ekonomi keluarga tak kunjung sampai, malah kabar pilu yang menyertai kepulangannya ke kampung halaman satu tahun lalu.

Rohma mengalami perlakuan tidak manusiawi dari sang majikan hingga ia mencoba menyelamatkan diri. Namun nahas, dalam proses upayanya untuk melarikan diri, Rohma terjatuh dari jendela kamar tempat ia disekap hingga tak sadarkan diri. Tak cukup sampai di situ, kenyataan pahit pun  harus ia telan bahwa kepulangannya ke Indonesia atas bantuan kepolisian Oman dalam keadaan cacat. Ya, kedua tulang kakinya patah dan Rohmah nyaris lumpuh!

Kini, di atas kursi roda dan hari-hari sepi di kediamannya, Rohma merenda harap untuk bisa kembali pulih. Di hatinya begitu besar keinginan untuk kembali mewujudkan harapan membahagiakan ibu dan kedua anaknya, Sandi (kelas 6 SD) dan Mauroh (5 tahun).

Beberapa waktu lalu, tim kesehatan Dompet Dhuafa membantu advokasi proses pengobatan Rohmah. Di sela kunjungan kami itu, sungguh sebuah pemandangan yang membuat kami terperangah: Mauroh yang tengah menyuap makan siangnya tanpa lauk! Ya, hanya nasi putih. Titik! Sementara di sudut rumah, sang kakak, Sandi, tengah membuat layang-layang yang akan ia jual kepada teman-temannya.

Sandi, bocah kelas 6 itu tak mau berlarut-larut dalam duka yang menyelimuti keluarganya. Cita-citanya amat sederhana, Sandi ingin menjadi qori. Di hadapan kami, Sandi menunjukkan kebolehannya dalam azan dengan berurai air mata.

Mari, bersama kita hapus air mata Sandi. Bantu ia dengan sang ibu, Rohmah untuk kembali sehat dan Sandi kembali gagah menatap dunia dan masa depan.

SHARE KEBAIKAN INI, YUK!
Masukkan Nominal Donasi Anda Minimum amount is Rp10000 Maximum amount is Rp
atau pilih nominal yang disarankan:

Rp20000

20000

0 donatur

Rp50000

0 donatur

Rp100000

0 donatur

Rp500000

0 donatur

Rp1000000

1 donatur